Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, merupakan salah satu destinasi ekowisata unggulan di kawasan Wallacea yang menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik. Salah satu daya tarik utamanya adalah Burung Bidadari Bacan, burung eksotis yang dikenal dengan perpaduan warna bulu yang indah serta gerakannya yang anggun di antara rimbunnya hutan tropis. Burung ini hidup di habitat alami yang masih terjaga dan menjadi incaran para pengamat burung (birdwatcher) serta fotografer satwa liar dari berbagai negara. Aktivitas mengamati Burung Bidadari di alam bebas memberikan pengalaman yang unik, diiringi suara hutan yang alami dan panorama tropis yang menenangkan.
Selain Burung Bidadari, Bacan juga menjadi rumah bagi salah satu kupu-kupu paling terkenal di dunia, yaitu Ornithoptera croesus atau Wallace's Golden Birdwing. Spesies ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1859 dan menjadi simbol keanekaragaman hayati Maluku Utara. Kupu-kupu jantan memiliki sayap berwarna hitam dengan corak hijau keemasan yang berkilau, sementara betinanya berukuran lebih besar dengan pola warna cokelat, putih, dan kuning yang elegan. Keindahan serta kelangkaannya menjadikan Ornithoptera croesus sebagai salah satu objek favorit bagi pecinta alam, peneliti, dan fotografer yang ingin menyaksikan langsung siklus hidup kupu-kupu di habitat alaminya maupun di kawasan konservasi.
Untuk menikmati keindahan kedua spesies ikonik tersebut, tersedia paket Birdwatching and Butterflies Tour yang menggabungkan pengalaman mengamati Burung Bidadari dan mengunjungi area konservasi kupu-kupu Ornithoptera croesus. Tur berlangsung selama 5 jam, dimulai pada pukul 09.00 a.m hingga 02.00 p.m, dengan titik penjemputan di Pelabuhan Babang atau lokasi lain sesuai permintaan (by request). Selama perjalanan, peserta akan didampingi oleh pemandu lokal yang berpengalaman sehingga dapat memperoleh informasi mengenai ekologi, perilaku satwa, serta upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Paket wisata ini ditawarkan dengan tarif €35 per orang atau sekitar Rp714.585 per orang (konversi rupiah, harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kurs, ketentuan, dan kebijakan pengelola wisata) dengan minimal tiga peserta dalam satu tur. Harga tersebut sudah termasuk transportasi mobil sewa, jasa pemandu lokal, makan siang, dan air minum, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman menjelajahi hutan tropis Bacan dengan nyaman dan aman. Melalui paket ini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan satwa endemik Maluku Utara, tetapi juga turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Halmahera Selatan.
Selain Burung Bidadari, Bacan juga menjadi rumah bagi salah satu kupu-kupu paling terkenal di dunia, yaitu Ornithoptera croesus atau Wallace's Golden Birdwing. Spesies ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1859 dan menjadi simbol keanekaragaman hayati Maluku Utara. Kupu-kupu jantan memiliki sayap berwarna hitam dengan corak hijau keemasan yang berkilau, sementara betinanya berukuran lebih besar dengan pola warna cokelat, putih, dan kuning yang elegan. Keindahan serta kelangkaannya menjadikan Ornithoptera croesus sebagai salah satu objek favorit bagi pecinta alam, peneliti, dan fotografer yang ingin menyaksikan langsung siklus hidup kupu-kupu di habitat alaminya maupun di kawasan konservasi.
Untuk menikmati keindahan kedua spesies ikonik tersebut, tersedia paket Birdwatching and Butterflies Tour yang menggabungkan pengalaman mengamati Burung Bidadari dan mengunjungi area konservasi kupu-kupu Ornithoptera croesus. Tur berlangsung selama 5 jam, dimulai pada pukul 09.00 a.m hingga 02.00 p.m, dengan titik penjemputan di Pelabuhan Babang atau lokasi lain sesuai permintaan (by request). Selama perjalanan, peserta akan didampingi oleh pemandu lokal yang berpengalaman sehingga dapat memperoleh informasi mengenai ekologi, perilaku satwa, serta upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Paket wisata ini ditawarkan dengan tarif €35 per orang atau sekitar Rp714.585 per orang (konversi rupiah, harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kurs, ketentuan, dan kebijakan pengelola wisata) dengan minimal tiga peserta dalam satu tur. Harga tersebut sudah termasuk transportasi mobil sewa, jasa pemandu lokal, makan siang, dan air minum, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman menjelajahi hutan tropis Bacan dengan nyaman dan aman. Melalui paket ini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan satwa endemik Maluku Utara, tetapi juga turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Halmahera Selatan.
Rute Perjalanan
Jalur Udara
Pesawat
Perjalanan dimulai dari Bandara Oesman Sadik sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan...
Jalur Darat
Motor/Mobil
Dari Labuha, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan hutan tropis Pulau Bacan yang merupakan habitat alami Burung Bidadari...
Jalur Darat
Motor/Mobil
Setelah menyelesaikan aktivitas birdwatching, perjalanan berlanjut menuju kawasan konservasi kupu-kupu yang berada tidak...