Wisata - Cagar Budaya

Benteng Bernaveld
Lokasi : Desa Labuha, Kecamatan Bacan
Deskripsi :

Benteng Barnaveld terletak di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kota Bacan. Benteng ini berbentuk segiempat, dilengkapi dengan tembok pertahanan yang rendah. Pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing-masing sebuah bastion. Selain bastion dibangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung dan diperluas serta dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah tangga dari batu. Juga terdapat bangunan-bangunan kolonial yang masih terpelihara rapi.

Benteng Barnaveld merupakan salah satu benteng yang dibangun oleh Portugis pada abad 15 di Limau Seki Botang Ra Lipu Babayan (Bacan). Bangunan benteng ini pada mulanya hanya berupa loji (gudang) kayu untuk tempat penampungan rempah-rempah biaji nang bua lawa (cengkeh) dan seki nang selong (kemiri dan damar). Pada abad ke 16 atau 1609 M, atas nama pemerintah Hindia maka
diutuslah Simon Janes Van Howen, dan Letnan Andrian Van Dosen bersama puluhan serdadu datang melaakukan hubungan kerjasama dengan Sultan Alawaddin, dan kemudian merenofasi benteng ini dari bentuk kubus menjadi Bintang Welhelmina dan dilengkapi dengan meriam-meriam pada tiap sudutnya. Tembok dalam benteng ini juga di cat berwarna orange, berles dinding dasar hitam serta berlantai marmer cokelat muda. Masyarakat Bacan juga biasa menyebutnya dengan benteng orange.

 

Barnaveld's fortress is located in the village of Labuha, Bacan district, Bacan city. It's a fourth-shaped fortress, equipped with a low bulwark. On these bulwark place each one a bastion. In addition to the bastion were a curved and extended gate that was equipped with a well and a stone ladder. Colonial buildings were also well-preserved.

Barnaveld's fortress was one of the 15th-century Portuguese built in limau seki botang ra lipu babayan (Bacan). Originally it consisted only of wooden loji (storehouse) for the spices biaji nang bua lawa (clove) and seki nang selong (pecan and amber). In the 16th or 1609 centuries c.e., on behalf of the Indian government
 Simon Janes Van Howen was sent out, and Lieutenant Andrian Van Dosen along with dozens of soldiers came in partnership with Sultan Alawaddin, and then reconstructed this fort from the cube into a welhelmina star and equipped with cannons at each corner. The walls within the fortress are also painted in orange, studded with blackness and marble. Bacan people also refer to it as fort orange.