Pencanangan Kampung Germas di Desa Akedabo


Labuha-Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan sambangi Desa Akedabo, Kecamatan Mandioli Utara. Minggu (8/11). Dalam rangka melakukan  penilaian lomba desa dalam Percepatan Penanggulangan Stunting Tingkat Internal sekaligus peresmian Pencanangan Kampung Germas sebagai upaya Inovasi Program Kesmas.

Setibanya Kepala Dinkes Hasnah Muhammad bersama Tim penilai di Desa Akedabo disambut dengan rangkaian penyambutan yang meriah, mulai dari penjemputan dengan arakan kapal, pengalungan bunga, tarian, hingga tandu yang disediakan untuk Kadis Kesehatan dan Tim Penilai. 

"Saya terharu sekaligus sangat bahagia dengan antusiasme masyarakat Desa Akedabo yang telah menyiapkan rangkaian penyambutan ini, terimakasih saya ucapkan terutama kepada Kades dan Camat Mandioli Utara serta masyarakat setempat", ungkap Hasna saat memberikan sambutan di depan warga desa.

Pada penilaian internal ini, Kadis Kesehatan bersama tim penilai juga mengunjungi tempat yang telah dibangun oleh Pemerintah Desa sebagai Kriteria pemenuhan Kampung Germas. Diantaranya Kebun Gizi, Pojok Rokok, Rumah Gizi Daloha, Asbak dan Tempat Sampah di setiap rumah, ODF, Kapal Sampah dan kriteria lainnya.

Satu hal yang sangat menonjol dalam penilaian di Desa Akedabo yakni inovasi Kapal Sampah. Pemdes setempat mengadakan kapal sampah untuk mengangkut sampah ke tempat yang telah disediakan. 

"Kami di desa mengadakan kapal sampah  untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir, ibaratnya dikota ada truk sampah di desa kami ada kapal sampah. Sampah dari desa di angkut sejauh 2 kilometer, lokasinya tidak menjorok kelaut, dan setelah kering kami bakar agar tidak mencemari laut", terang Kades Akedabo Fiktor Toara.

Lanjut Kades, semua inovasi yang dilakukan Pemdes ini merupakan upaya pencegahan stunting. Karena sebelumnya,  pada tahun 2019 di Desa Akedabo ada 3 Balita Stunting dan ditetapkan sebagai Lokus (Lokasi Fokus) stunting.

"Puji syukur tahun 2020 ini Akedabo sudah bebas stunting, oleh sebab itu kami terus melakukan inovasi untuk menjadikan desa kami sebagai kampung germas demi mencegah stunting" lanjutnya.

Sementara itu, Camat Mandioli Utara Santi Yallo saat menyampaikan sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan tim penilai yang hadir. Santi mengatakan bahwa Pemdes dan masyarakat setempat telah bekerjasama untuk membangun kampung germas ini.

"Kami bersama dengan seluruh masyarakat akedabo, melakukan gerakan inovasi desa  dengan 10 inovasi yang Insya Allah akan membawa Halsel ke penilian tingkat nasional, 10 inovasi tersebut kami namakan GIAT Gerakan Inovasi Akedabo Terpadu", katanya.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan deklarasi ODF, dan penyerahan  Piagam  kepada Kades Akedabo atas keberhasilan menjadikan wilayahnya sebagai SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) “Open Defecation Free (ODF)”. Dilanjutkan dengan proses penilaian yang diadakan di kantor desa setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh tim Penilai yang diantaranya Sekertaris DPMD, Kabid KEMAS Dinkes Halsel, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini Dikbud Halsel, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, dan perwakilan Bappeda, Babinsa Akedabo, Kepala Puskemas Indong dan masyarakat setempat. (Ich)